Kamis, 26 Mei 2011

Makalah : Kawasan Dalam Teknologi Pendidikan

      Teknologi Pendidikan
Kawasan Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian 
A.Latar Belakang
          Teknologi Penididikan merupakan disiplin ilmu yang mengkaji tentang metode, desain pambelajaran hingga system dan teori belajar yang mampu memudahkan siswa dalam memahami, mengolah dan menerapkan ilmunya dalam kehidupan sehari – hari. Selain itu juga dapat mengubah minat belajar siswa menjadi lebih baik. Karena teknologi pendidikan itu sendiri mempunyai tujuan untuk memacu(merancang) dan memicu (menumbuhkan) belajar.
          Teknologi modern dalam bidang komunikasi dengan produk yang berupa perlatan elektronik dan bahan (software) yang disajikannya telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia termasuk pendidikan. Bahkan Eric Ashby(1972,halaman 9) berpendapat bahwa produk elektronik itu telah menimbulkan revolusi keempat dalam bidang pendidikan. Revolusi pertama terjadi pada waktu masyarakat memberikan wewenang pendidiakn kepada orang tertentu hingga timbul “profesi guru”.Revolusi ini mengakibatkan pergeseran dari pendidikan di rumah oleh orang tua sendiri , kea rah pendidikan secara formal di sekolah.Revolusi yang kedua terjadi dengna dipakainya bahasa tulisan di samping bahasa lisan dalam menyajikan pelajaran di sekolah. Revolusi yang ketiga terjadi dengan ditemukannya mesin cetak yang pada gilirannya menyebabkan banyaknya buku yang tersedia dan dipakai di sekolah. Revolusi yang keempat boleh dikatakan mulai berlangsung sejak empat puluh tahun yang lalu.
          Teknologi pendidikan tidak bisa dipandang dari aspek hardware atau softwarenya saja atau dari penjumlahan dari bagian atau komponen ,Karena pengertian teknologi sendiri merupakan suatu keseluruhan sistem untuk mengelola hasil hingga terdapat nilai tambah.Melainkan dapat diartikan sebagai cara sistematis dalam merancang, melaksanakan, dan menilai keseluruhan proses belajar mengajar dalam kaitannya dengaqn tujuan khusus yang telah ditetapkan semula. Cara itu didasarkan pada hasil penelitian proses belajar dan komunikasi ,serta memanfaatkan berbagai sumber belajar,baik yang berupa manusia maupun bukan untuk meningkatkan efektifitas belajar.
          Dalam teknologi pendidikan unsur intinya adalah “belajar dan “sumber – sumber” untuk   keperluan belajr itu. Namun kedua unsure inti ini belum menjamin adanya teknologi pendidikan. Masih diperlukan adanya unsure lain yaitu dipakainya “pendekatan sistem” dan adanya “pengelolaan” atas seluruh kegiatan. Dengan mengutamakan masalah “belajar”(dan bukan alatnya atau bahannya) maka dalam teknologi pendidikan yang menjadi titik utamanya adalah peserta didik. Pesrta didik supaya belajar perlu berinteraksi dengan sumber – sumber belajar. Proses interaksi ini perlu dikembangkan secara sistematik,disamping sumber itu sendiri perlu dikembangkan secara sistematik serta dikelola dengan baik.Sehingga definisi dari teknologi pendidikan merupakan proses dan sumber dengan desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian yang terstruktur dan bersistematik.Definisi ini mencerminkan evolusi dalam suatu bidang kajian dan profesi dan bahwa kontribusi bidang kajian ini berupa teori dan praktek. Definsi tersebut juga dirumuskan berlandaskan lima bidang garapan teknologi pendidikan.Dalam makalah ini hanya akan dibahas tiga garapan terakhir yaitu pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian.        
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana penjelasan dari kawasan pemanfaatan serta sub kawasan pemanfaatan?
2. Bagaimana penjelasan dari kawasan pengelolaan serta sub kawasan pengelolaan?
3. Bagaimana penjelasan kawasan penilaian serta sub kawasan penilaian?
C. Tujuan
1. Untuk lebih mengetahui dan memahami  tentang kawasan pemanfaatan dan sub kawasannya.
2. Untuk mengetahui penjelasan dari kawasan pengelolaan dan sub kawasannya .
3. Untuk mengetahui penjelasan dari kawasan penilaian dan sub kawasannya.
D. Manfaat
1. Menjadi referensi dalam penyusunan makalah yang membahas tentang kwasan pemanfaatan.
2. Memudahkan dalam memahami kawasan pengelolaan dalam teknologi pendidikan
3. Menjadi salah satu referensi sumber dalam penilaian metode belajar dan pembelajaran.


   BAB II
PEMBAHASAN
    Teknologi pendidikan merupakan teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian sumber dan proses untuk belajar. Sehingga dapat dibagi dalam 6 kawasan yang berhubungan erat satu sama lainnya.Dan setiap kawasan mempunyai sub kategorinya masing – masing. Dalam bab ini hanya akan dibahas lebih dalam tentang  kawasan pemanfaatan , pengelolaan dan penilaian.






1.Kawasan Pemanfaatan
         Pemanfaatan mungkin merupakan kawasan teknologi pendidikan tertua di antara kawsan – kawasan yang lain,karena penggunaan bahan audiovisual secara teratur mendahului meluasnya perhatian terhadap desain produksi media pembelajaran yang sistematis. Kawasan pemanfaatan berasal dari gerakan pendidikan visual yang tumbuh subur selama decade terakhir ini. Pemilihan media merupakan salah satu langkah dalam desain system pembelajaran. Pemilihan media ini begitu dekat dengan Pemanfaatan sehingga menyebabakan terjadinya tumpangtinduh antara kawasan desain dan pemanfaatan. Bila pemilihan media dilakukan melalui proses desain yang sistematis ini termasuk tugas desain.Sebaliknya bila menurut isi materi atau karakteristik media yang menggunakan proses desain yang lebih sederhana ini masuk tugas pemanfaatan.
          Model dan teori dalam kawasan pemanfaatan cenderung terpusat pada perspektif pengguna.Tetapi dengan diperkenalkannya konsep divusi inovasi yang mengacu pada komunikasi dan melibatkan pengguna dalam mempermudah proses adopsi suatu gagasan, perhatian kemudian berpaling ke perspektif penyelenggara .Dalam pemanfaatan bergantung pada upaya membangkitkan kesadaran, keinginan, mencoba dan mengadopsi inovasi.
          Pemanfaatan merupakan aktifitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar.Orang yang terlibat dalam pemnfaatan bertanggungjawab untuk mencocokkan pebelajar dengan bahan ajar dan aktifitas belajar yang lebih spesifik, menyiapkan pebelajar agar dapat berinterksi dengan bahan dan proses belajar yang dipilih, memberikan bimbingan selama kegiatan, memberikan penilaian atas hasil yang dicapai pebelajar serta memasukkannya kedalam prosedur organisasi yang berkelanjutan.
           Dengan demikian pemanfaatan menuntut adanya penggunaan,deseminasi,difusi,implementasi dan pelembagaan yang sistematis.
          Empat kategori dalam kawasan pemanfatan adalah:
  a. Pemanfaatan Media
            Merupakan penggunaan yang sistematis dari sumber untuk belajar.Proses pemanfaatan media merupakan proses pengambilan keputusan berdasarkan pada spesifikasi desain pembelajaran.Prinsip pemanfaatan juga dikaitkan dengan karakteristik pebelajar
  b. Divusi Inovasi
          Proses berkomunikasi melalui strategi yang terencana dengan tujuan untuk diadopsi. Tujuan utamanya adalah mencapi perubahan. Tahap pertama dalam proses ini adalah membangkitkan kesadaran melalui desiminasi informasi.Meliputi kesadaran,minat,percobaaan, dan adopsi. Langkah divusinya meliputi pengetahuan , persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi.
  c. Implementasidan pelembagaan
          Implementasi adalah Penggunaan bahan dan strategi  pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya.Pelembagaan adalah penggunaan yang rutin dan pelestarian dari inovasi pembelajaran dalam suatu struktur atau budaya organisasi.Tujuannya adalah menjamin penggunaan yang benar oleh individu dalam organisasi dan untuk mengintegrasikan inovasi dalam struktur dan organisasi
  d. Kebijakan dan Regulasi
           Kebijakan dan regilasi adalah aturan dan tindakan dari masyarakat yang mempengaruhi difusi atau penyebaran dan penggunaan teknologi pendidikan.Dari bidang ini telah menyumbang penentuan kebijakan tentang televise pembelajaran dan televise masyarakat,hokum hak cipta, standar peralatan dan program serta pembentukan unit administrasi yang mendukung teknologi pendidikan.

2. Kawasan Pengelolaan
          Konsep  pengellolaan merupakan bagian integral dalam bidang Teknologi Pendidikan dan dari peran kebanyakan teknolog pendidikan. Secara perorangan tiap ahli dituntut untuk dapat memberiakan pelayanan pengelolaan dalam berbagi latar.Mungkin terlibat dalam usaha pengelolaan proyek pembelajaran dan pengelolaan pusat media sekolah.Tujuan yang  sesungguhnya dari pengelolaan sangat bervariasinamun keterampilan dalam mengelola relative sama.Sebagi contoh, orang yang bertugas sebagai ahli media dalam sebuah sekolah dasar bertanggungjawab atas keseluruhan program pusat media tersebut. Program yang dilakukan oleh emreka dapat berbeda tapi ketrampilan dasar dalam mengolah program tersebut tetap sama.
          Ketrampilan yang dimaksud dapat berupa pengorganisasian program, supervise personil, perencanaan, pengadministrasian dana dan fasilitas serta pelaksanaan perubahan.Kawasan pengelolaan semula berasal dari administrasi pusat media dan pelayanan media.Dengan semakin rumitnya praktek pengelolaan dalam bidang ini sehingga memunculkan penggunaan teori pengelolaan proyek khususnya dalam proyek desain pembelajaran,karena semakin diperlukan dalam praktek pengelolaan.Dalam perkembangan tekniknya pun memerlukan cara pengelolaan yang baru pula.Keberhasilan sistem belajar jarak jauh tergantung pengelolaannya,karena lokasinya ynag menyebar.Dengan lahirnya teknologi baru, dimungkinkan tersedianya cara baru untuk mendapatkan informasi.Akibatnya pengetahuan tentang informasi menjadi sangat potensial.Pengelolaan meliputi pengendalian teknologi pendidikan dengan melalui perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan supervise.
          Empat kategori dalam kawasan pengelolaan:    
  a). Pengelolaan Proyek
          Pengelolaan proyek meliputi perencanaan, monitoring, dan pengendalian proyek desain dan pengembangan.Para pengelola proyek mempunyai merencanakan, menjadwalkan dan mengendalikan fungsi desain pembelajaran atau yang lainya. Mereka harus melakukan negosiasi,menyusun anggaran, membentuk system pemantauan informasi serta menilai kemajuan.
  b). Pengelolaan Sumber
 Pengelolaan Sumber mencakup perencanaan, pemantauan dan pengendalian sistem pendukung dan pelayanan sumber.Pengelolaan sumber sangat penting artinya karena mengatur pengendalian akses. Pengertian sumber dapat mencakup personil, keuangan, bahan baku, waktu, fasilitas, dan sumber pembelajaran. Sumber pembelajaran mencakup semua teknologi yang telah dijelaskan pada kawasan pengembangan. Efektifitas biaya justifikasi belajar yang efektif merupakan dua karakteristik penting dalam pengelolaan sumber.
c). Pengelolaan Sistem Penyampaian
          Pengelolaan sistem penyampaian meliputi perencanaan, pemantauan dan pengendalian “cara bagaimana distribusi bahan pembelajaran diorganisasikan…Hal tersebut merupakan suatu gabungan medium dan cara penggunaan yang dipakai dalam menyajikan informasi pembelajaran kepada pebelajar”(Ellington dan Harris, 1986:47). Pengelolaan sistem penyampaian ini memberikan perhatian pada permasalahan perangkat keras /lunak dan dukungan teknis terhadap pengguna maupun operator.Selain itu juga masalah proses seperti pedoman bagi instructor.Dari sekian banyak pertimbangan ini baru diambil satu keputusan yang berpedoman pada kesesuaian kerakteristik teknologi dengan tujuan pembelajara.Terkadang keputusan ini juga bergantung pada sistem pengelolaan sumber.
d). Pengelolaan Informasi
          Meliputi perencanaan, pemantauan, dan pengendalian cara penyimpanan, pengiriman/pemindahan atau pemrosesan informasi dalam  rangka tersedianya sumber untuk kegiatan belajar. Teknologi yang dijelaskan pada kawasan pengembangan merupakan metode penyimpanan dan penyampaian. Pentingnya pengelolaan informasi terletak pada potensinya untuk mengadakan revolusi kurikulum dan aplikasi desain pembelajaran.

3.Kawasan Penilaian
           Penilaian adalah proses penentuan memadai tidaknya pembalajaran dan belajar.Penilaian mulai dari analisis masalah. Ini merupakan langkah awal yang penting dalam pengembangan dan penilaian pembelajaran, karena tujuan dan hambatan dijelaskan pada langkah ini.Penelitian juga merupakan penentuan nilai dari suatu barang. Dalam pendidikan hal itu berarti penentuan secara formal mengenai kualitas, efektivitas , atau niali dari suatu program, produk, proyek, proses, tujuan atau kurikulum.Penelitian menggunakan metode inkuiri dan pertimbangna, termasuk:(1) penentuan standar untuk mempertimbangan kualitas dan menentukan apakah standar tersebut harus bersifat relative atau absolute; (2) pengumpulan informasi; (3) menerapkan penggunaan standar untuk menentukan kualitas(h.22-23)
          Suatu cara yang penting untuk membedakan penilaian ialah dengan mengklasifikasikannya menurut obyek yang sedang dinilai.Sehingga terdapat tiga jenis penilaian yaitu:
·   Penilaian Program merupakan evaluasi yang menaksir kegiatan pendidiakn yang memberikan pelayanan secara berkesinambungan dan sering terlibat dalam penyusunan kurikulum.
·   Penilaian Proyek merupakan evaluasi untuk menaksir kegiatan yang dibiayai secra khusus guna melakukan tugas tertentu dalm kurun waktu .
·   Penilaian Bahan (produk pembelajaran) merupakan evaluasi yang menaksir kebaikan atau manfaat isi yang menyangkut benda – benda fisik, termasuk buku, pedoman kurikulum, film, pita rekaman dan produk pembelajaran lainnya yang dapat dipegang.(h.13)
      Dalam kawasan penilaian terdapat empat sub kawasan yaitu:
      a). Analisis Masalah
            Analisis Masalah mencakup cara penentuan sifat dan parameter masalah dengan menggunakan srategi pengumpulan informasi dan pengambilan keputusan.Sehinnga kegiatan penilaian meliputi identifikasi kebutuhan, penentuan sejauh mana maslahnya dapat diklasifikasikan sebagai pembelajaran, identifikasi hambatan, sumber dan karakteristik pembelajaran serta penentuan tujuan dan prioritas.(seels and Glasgow,1990).Analisis kebutuhan diadakan bukan untuk melaksanakan penilaian yang lebih dapat dipertahankan saat proyek berjalan, melainkan untuk perencanaan program yang lebih memadai.
      b) Pengukuran Acuan Patokan
            Pengukuran ini meliputiteknik – teknik untuk menentukan kemampuan pebelajar menguasai materi yang telah ditentukan sebelumnya.PAP memberikan informasi tentang penguasaan seseorang mengenai pengetahuan, sikap, atau ketrampilan yang berkaitan dengan tujuan. Keberhasilan dalam tes acuan patokan berarti dapat melaksanakan kamampuan tertentu.
      c) Penilaian Formatif dan Sumatif
            Penilaian Formatif berkaitan dengan pengumpulan informasi tentang kecukupan dan penggunaan informasi ini sebagai dasar pengembangan selanjutnya.Sedangakan penilaian sumatif berkaitan dengan pengumpulan informasi tentang kecukupan untuk pengambilan keputusan dalam hal pemanfaatan.
            Metode yang digunakan dalam penilaian formatif berbeda dengan penilaian sumatif. Penilaian formatif mengandalkan pada kajian teknis dan tutorial, uji coba dalam kelompok kecil atau kelompok besar.Metode pengumpulan data bersifat informal seperti observasi, wawancara, dan tes ringkas.Sebaliknya, penilaian sumatif memerlukan prosedur dan metode pengumpulan data yang lebih formal. Penilaian sumatif sering menggunakan studi kelompok komparatif dalam desain kuasi eksperimental.
      Peneliti yang lain menguji kembali teknik pengukuran acuan petokan. Sebagai contoh, Baker dan O’Neil (1985) mempelajari secara mendalam permasalahan penilaian hasil pembelajaran termasuk arah baru untuk pengukuran acuan patokan. Mereka menyajikan model untuk diterapkan pada tbaru. Model mereka tersebut memperhitungkan tujuan, intervensi, konteks, dasar informasi dan alur balikan.
      Bidang-bidang lain yang penting untuk diperhatikan ialah pengukuran untuk tujuan kognituf tingkatan tinggi, tujuan afektif dan tujuan psikomotor. Penelitian tentang acuan-patokan yang berazaskan computer akan merangsang kawasan ini. Demikian juga halnya dengan pengukuran kualitatif, serta portopolio dan soal – soal pengukuran yang lebih realistisseperti studi kasus dan penilaian presentasi rekaman pita. Ilmu pengetahuan kognitif akan tetap mempengaruhi kawasan ini dalam pengertian pendekatan yang lebih baru untuk cara mendiagnosis)Tennyson, 1990)
      Akhir – akhir ini banyak diusahakan proyek belajar jarak jauh.Penting diingat bahwa evaluasi belajar jarak jauh mencakup banyak aspek,yaitu ketenagaan, fasilitas, peralatan, bahan, pemrogaman,(Clark,1989;Morehouse, 1987). Reeves(1992)menyarankan eksperimentasi formatif dengan menggunakan pendekatan coba-coba skala kecil untuk mempelajari suatu variable dalam konteks kehidupan yang sesungguhnya.Tessmer(1993) mengusulkan suatu model penilaain formatif yang mengakomodasi suatu pendekatan “kebutuhan berlapis”. Pendekatan ini memperhatikan sumber dan hambatan setiap projek, dan berusaha menghindari perencanaan lapisan – lapisan penilaianformatif yang berlajur – lajur dengan tidak dapat diselesaikan dalam sebuah projek.
     
      Kelima kawasan Teknologi Pendidikan menunjukan keragaman dalam bidang.Disamping itu, kawasan – kawasan itu sendiri merupakan kesatuan yang kompleks .Pekerjaan dan tugas para teknolog pendidikan adalah membuat definisi yang lebih rinci dan sempit dari sub kategori maupun cakupan yang ada didalamnya.
   
BAB III
 PENUTUP
A.Kesimpulan
Teknologi Pendidikan adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan,
pengelolaan dan penilaian proses dan sumber untuk belajar. Teknologi baru telah menimbulkan masalah baru dalam setiap kawasan dalam Teknologi Pendidikan.Seperti yang telah kita ketahui bahwa Teknologi Pembelajaran berkembang secara evolutif dan perkembangannya dipengaruhi oleh praktek – praktek dan produk yang dihasilkan tersebut. Produk yang dihasilkan masih seputar media pembelajaran dan akan dikembangkan berdasarkan kebutuhan pendidikan di Indonesia saat ini dan yang akan datang. Sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

B.Saran
          Untuk lebih mendalami tentang teknologi pendidikan dari segi  teori dan prakteknya diperlukan kajian mendalam dan  studi lapangan tentang kasus – kasus pendidikan yang menghambat perkembangan pendidikan disekitar kita.Sehingga dapat menghasilkan ilmu yang bermanfaat untuk semua kalangan, baik dari jajaran pemerintahan sampai ke masyarakat kurang mampu yang tidak bisa menyekolahkan anaknya. Mempelajari masalah pendidikan memanglah tidak mudah.Tetapi jika dimulai dengan melihat,membaca,menerapkan dan berdiskusi mungkin dapat sedikit melemahkan ketidakmengertian kita mengenai masalah yang sedang kita coba selesaikan.


           










0 komentar:

Poskan Komentar