Minggu, 29 Mei 2011

Active Learning (Pembelajaran Aktif pada siswa)



          Kita dapat menceritakan sesuatu kepada siswa dengan cepat, namun siswa akan melupakan apa yang kita ceritakan itu dengan lebih cepat.
      Mengajar bukan semata persoalan menceriatakan, belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari penuangAn inforamsi ke alam benak siswa. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri. Penjelasan dan pemeagaan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng. Yang bisa membuahkan hasil belajar yang langgeng hanyalah kegiatan belajar Aktif.
          Apa yang menjadikan belajar aktif?agar belajar menjadi aktif, siswa harus mengerjakan banyak sekali tugas. Mereka harus menggunakan otak…mengkaji gagasan, memecahkan masalah, dan menrapkan apa yang mereka pelajari. Belajar aktif harus gesit, menyenangkan, bersemagat dan penuh gairah. Siswa bahkan sering meninggalkan tempat duduk mereka, bergerak leluasa dan berfikir keras (moving about dan thingking aloud).
          Nah yang jadi pertanyaan dibenak pasti… kapan ya,,kegiatan belajar dapat dibuat aktif? untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik, kita perlu mendengarnya, melihatnya, mengajukan pertanyaan tentangnya dan membahsnya dengan orang lain. Bukan Cuma itu, Siswa perlu “mengerjakannya”-yakni menggambarakan sesuatu dengancara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktiakn keterampilan, dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah atau harus mereka dapatkan.
          Kita tahu bahwa siswa bisa belajar dengan sangat baik dengan mempraktikkannya. Namun bagaimana caranya kita bisa menggalakkan belajar aktif? begini ya…
Bagaimana menjadikan siswa aktif sejak awal
Bagaimana memebantu siswa mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara aktif
Bagaimana membuat belajar jadi tidak terlupakan
          (1) Baiklah pada kesempatan pertama ini saya akan memperkenalkan belajar aktif
        Lebih dari 2400 tahun silam, konfusius menyatakan:
          yang saya dengar, saya lupa.
          yang saya lihat, saya ingat.
          yang saya kerjakan, saya pahami.

          Tiga pernyataan yang sangat membahama tersebut berbicara banyak tentang perlunya cara belajar aktif.
          Menurut Melvin L.Silberman, kata-kata di atas telah dimodifikasi sehingga memudahkan dalam pemahaman.
          Yang saya “dengar”, saya lupa.
yang saya denagr dan lihat, saya sedikit ingat.
yang saya denagr, lihat dan pertanyakan atau diskusiakn dengan orang lain, saya mulai pahami.
Dari yang yang saya denagr, lihat, bahs, dan terapkan, saya dapatkan pengetahuan dan keterampilan
Yang saya ajarkan kepada orang lain saya kuasai

mengapa mesti membuat pertanyaan seperti ini?
Ada sejumlah alasan mengapa sebagian besar orang cenderung lupa tenatang apa yang mereka denagr. Salah satunya yang paling menarik ada kaitannya dengan tingkat kecepatan bicara guru dan tignkat kecepaatan pendenagran siswa.
Bagaiamana otak bekerja..?
Otak kita tidak berfungsi seperti piranti audio atau video tape recorder. Inforamsi yang msuk akan secara kontinyu dipertanyakan. Otak kita mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti:
1.     Pernahakah saya mendenagr atau melihat inforamsi ini?
2.    Di bagian manakah informasi ini cocok?
3.    Apa yang bisa saya lakukan terhadapnya?
4.    Dapatkah saya asumsikan bahwa ini merupakan gagasan yang sama yang saya dapatkan kemarin atau bulan lalu taua tahun lalu.
Otak tidak sekadar menerima informasi-ia mengolahnya.
Untuk mengolah informasi secara efektif, ia akan terbantu dengan melakukan perenunagn semacam itu secara eksternal dan internal. Otak kita akan melakukan tugas proses belajaryang lebih baik jika kita membahas informasi dengan orang lain dan jika kita diminta untuk mengajukan pertanyaan tentang itu.
Dalam banyak hal, otak kita tidak begitu berbeda dengan sebuah computer, dan kita adalah pemakainya. Sebuah computer tentunya perlu di-“on”-kan untuk bisa digunakan. Otak kita pun demikian. Ketiak kegiatan belajar sifatnya pasif, otak kita tidak akan”on”. Sebuah computer membutuhkan software yang tepat untuk menginterpretasikan daya yang dimasukkan. Otak kita perlu mengaitkan antara apa yang diajarkan kepada kita dengan apa yang kita telah ketahui dan dengan cara kita berfikir. Ketiak proses belajar sifatnya pasif, otak tidak melakukan pengaitan ini denagn software pikiran kita.
Ujung-ujungnya computer tidak akan megakses kemabli informsi yang dia olah bila tidak terlebih dahulu “disimpan”. Otak perlu menguji informasi, mengikhtisarkannya, atau menjelaskannya kepada orang lain untuk dapat menyimpannya dalam bank ingatan. Ketika proses belajar bersifat pasif, otak tidak menyimpan apa yang telah disajikan kepadanya.
Apa yang terjadi ketiak guru menjejali siswa denagn pemikiran mereka sendiri (betapapun meyakinkan dan tertatanya pemikiran mereka) atau ketika guru terlalu sering menggunakan penjelasan dan pemeragaan (demonstrasi) yang disertai ungkapan.begini lho.. caranya..?. Menuangkan fakta dan konsep ke dalam benak siswa dan menunjukkan keterampilan dan prosedur denagn berlebihan akan mengganggu proses belajar. Cara menyajikan informasi akan menimbulkan kesan langsung di dalam otak;namun tanpa memori fotografis, siswa tidak akan mendapatakan banyak hal baik dalam waktu lama maupun sebentar.
Lebih lanjut belajar bukanlah kegiatan sekali tembak. Proses belajar berlangsung secara bergelombang. Belajar memerlukan kedekatan dengan materi yang hendak dipelajari, jauh sebelum bisa memahaminya. Belajar juga memerlukan kedekatan dengaTransfrn berbagai hal, bukan sekedar pengulangan atau hafalan. Contohnya… pelajaran matematika bisa diajarkan dengan media yang konkret, melalui buku-buku latihan, dan dengan pemraktiakan dalam kegiatan sehari-hari. Masing-masing cara dalam menyajikan konsep akan menentukan pemahaman siswa. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana kedakatan itu berlangsung. Jika ini terjadi pada peserta didik, dia akan merasakan sedikit keterlibatan mental. Ketika kegiatan belajar sifatnya pasif, siswan mengikuti pelajaran tanpa rasa keingintahuan, tanpa mengajukan pertanyaan, dan tanpa minat terhadap hasilnya. Ketika kegiatan belajar aktif, siswa akan mengupayakan sesautu. Dia menginginkan jawaban atau sebuah pertanyaan, membutuhkan informasi untuk memecahkan masalah, atau mnecari cara-cara untuk mengerjakan tugas.
 nah..segitu dulu ya..saya juga masih belajar..ya nanti kalo ada refernsi lain pasti akan saya kasih tahu..terimakasih...

silahkan kunjungi sumber yang lebih lengkap di bawah ini
http://eng.unri.ac.id/download/teaching-improvement/BK2_Teach&Learn_1/ACtive%20Learning_5.PDF





0 komentar:

Poskan Komentar