This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Mei 2011

Succesfull Lifelong Learning


Buku ini pembawa kabar ceria dengan panduan bahasa yang melekat dibenak pembaca membuat saya merasa terpompa semangat juang dalam berkarya. Buku ini sangat menginspirasi jiwa dan pikiran saya untuk terus mengingat tujuan dan target sukses yang harus direalisasikan. Untuk lebih jelasnya saya paparkan cerita singkatnya ya…agar kawan – kawan dapat terstimulus untuk bertransformasi menjadi manusia yang lebih baik dalam tindakan dan perkataan. Maju bersama pikiran sukses bersama Karya Terbaik. Sambutan untuk senyuman penyemangat hidup. Tunggulah kabar suskes dan tumpukan prestasi dari putra putrimu ini duhai Orang Tua ku…

          Succesfull Lifelong Learning
  1. Mengapa Belajar sepanjang masa?
inilah alasan yang enatah bagaimana muncul dan menghiasi seitap baying hitam pikiran..
  •  Saat ini, Perubahan berjalan sangat cepat
  • Kondisi Ekonomi
  • Kualitas Hidup
  • Tingkat Keamanan
  • Kondisi Alamiah menusia (selalu ingin tahu, tidak pernah merasa puas)
  •  Manfaatkanlah kesempatan yang terbuka atau kehilangan
“Seiring denagn bergantinya waktu, bagi pembelajar yang mewarisi bumi, ilmu menjadi peralatan yang indah untuk mengurus dunia yang tidka abadi ini”
“Saya berniat untuk menjadikan belajar sebagai priorotas utama dan makanan pokok sehari-hari” dengan memenuhi langkah-langkah:
a.    Tetapkan sasaran/target dan tujuan hidup
b.    Kembangkan Narasumber
c.    Masukkan kegiatan belajar dalam aktivitas sehari-hari
d.    Tetapkan waktu belajar secara rutin
e.    Tetapkan sasaran yang cukup menantang tetapi jangan terlalu di awang-awang

“Menerapkan sikap ASK (Aktif berburu pengetahuan / Actively seek Knowledge)” dengan tips dan trik dibawah ini:
  • Manfaatkan setiap hari-hari anda sebagai kesempatan belajar
  • Menyadari bahwa meningkatkan keterampilan kerja adalah yang terbaik
  • Memandang kesalahan sebagai tantangan
  • Menjadikan pengalaman setiap hari untuk menambah pengetahuan

“Usahakan kuasai gaya belajar visual, mendengar dan kinestetik (saling melengkapi)”
“Teknik memodifikasi gaya belajar” silahkan…
a.    Membuat kerangka
b.    Membuat prioritas
c.    Membuat jadwal
d.    Membuat daftar
e.    Mulai cepat dan selesai segera
f.    Atur are bekerja/ belajar
g.    Tentukan sasaran + waktu dan pengendalian

“Umumnya yang kita lakukan adalah membuat diri kita merasa, bukan membuat rasa dalam perbuatan (William James)”
“ Menimbulkan rasa konsentrasi dan milikilah rasa tertarik akan ilmu”
“Menambah satu yang baru berarti menambah kaitan pada jejaring yang sudah terbentuk sebelumnya”
“Semakin banyak otak digunakan maka semakin banyak kita BELAJAR”
“Belajar untuk Mendengar = mendengar untuk belajar”

2.  Mendengarkan adalah proses tiga tahap =
    1. Siapkan Mental
    2. Siapkan Fisik
    3. Ikatkan diri pada pembicara

Tahap 1  : Siapkan mental (R.E.A.D.Y)
Menggeser perhatian sebelum komunikasi
Review
Eliminate
Anticipate
Determine
Yank

Tahap 2 : Siapkan fisik (S.W.A.T)
Sit up – duduk tegak sedikit condong ke dapan
Watch – Perhatikan dan dengarkan
Asknowledge – Mengakui yang didengar
Take – Membuat cacatan

Tahap 3 : Ikatkan diri pada Pembicara (Far)
Fokus
Abbreviate
Revisi

  1. Lawanlah LUPA…….!!!
Berikut tips n trik sebagai salah satu rujukan untuk mengusir LUPA dari mana y..? ya dari kebiasaan..lupa itu perlu dibasmi agar kita bisa beraktivitas terutama dapat berfikir secara optimal belajar pun nyaman..hasilnya jadi idaman..iya ga…?
a.    Ketika kita sedang membaca apapun itu, renungkanlah segera terus menerus makna dari bacaan tersebut hingga menusuk kerelung hati (kira2 20 menit lah)
b.    Luangkanlah 5 menit pada setiap penggaalan 20 menit untuk menkaji kembali hal-hal yang telah dipelajari
c.    Jadwalkan dengan baik 20 menit setiap hari untuk meng implementasikan bacaan tersebut, bisa melalui kebiasaan atau pengalaman hidup
d.    Berkreatiflah dengn info-info update dan mutakhir serta berimbang
e.    Pintar-pintarlah dalam mengatur info baru tersebut dalam beberapa kelompok, ya supaya mudah diingat toh? jadi tahu tata letaknya dalam pikiran atau long term memory….
“Ilmu tidak dapat ditanam dalam pikiran dan penagalaman denagn hanya memebaca saja…iya ga sih..?ya iya lah…janagn hanya membaca tapi diskusikan denagn teman yang berwawasan lalu dengarkan setiap gagasan dan ide yang meluncur mulus dari teman yang lain kemudian tuliskan dan ciptakan kesan dalam HATI…SELAMAT BERKARYA KAWAN….!!”

Kamis, 26 Mei 2011

Pembelajaran Berbasis Kreativitas


          Dalam setiap proses pembelajaran, selalu ada tiga komponen penting yang saling bekerjasama. Tiga komponen tersebut adalah :
  1. Kurikulum, berisi materi yang tersusun rapi untuk diajarkan
  2. Proses, berisi proses bagaimana materi yang tersebut dapat diajarkan
  3. Produk, merupakan hasil dari proses pembelajaran.
Ketiga komponen tersebut harus dapat dijalankan dengan maksimal dan berkesinambungan. Karena pada dasarnya, Pembelajaran merupakan proses terstruktur dan terencana dalam membantu peserta didik dalam menginterpretasikan pengetahuan melalui pengalaman yang dimilikinya. Melalui pembelajaran inilah bakat, kemampuan, keterampilan, daya kreatifitas dan kompetensi yang dimiliki seseorang dapat tumbuh dan berkembang sejalan dengan pengalaman yang dilaluinya. Aspek yang paling menentukan dalam perkembangannya adalah bagaimana kondisi dalam pembelajaran dapat didesain dengan rapi sehingga memudahkan peserta didik dalam membelajarkan dirinya. Karena bukan hanya melalui guru, papan tulis dan buku pegangan,  seorang peserta didik belajar. Melainkan dari berbagai macam sumber belajar yang berisi pengetahuan dan dasar dari praktek yang akan dijalani setiap peserta didik dalam kehidupan sehari – hari.
Sumber belajar dapat berupa, Pesan, Orang, Bahan, Alat, Lingkungan, dan Teknologi. Sumber belajar ada dimana – mana dan tersedia dengan berbagai macam bentuk. Tergantung dari perspektif mana sesorang mampu mengakomodasikan dan mengasimilasi pengetahuan yang tersedia ke dalam struktur kognitif yang dimiliki. Dan bermain peran dalam penyerapannya. Sehingga memudahkan dalam pemaknaan pengetahuan yang berakibat pada tertanamnya ilmu pengetahuan ke dalam long term memory.
            Untuk itulah Dalam proses pembelajaran perlu memperhatikan aspek peserta didiknya. Baik dari aspek kejiwaan maupun fisiknya. Pendidik perlu menggali dan mengerti kebutuhan peserta didiknya. Sehingga pencapaian kompetensi pada peserta didik dapat optimal dan berkembang dengan seutuhnya. Selain dari aspek pendidik, diperlukan juga suatu inovasi dalam pembelajaran, yakni adanya media pembelajaran. Media pembelajaran mampu mengatasi keterbatasan yang dimiliki peserta didik. Pengalaman peserta didik bermacam – macam, tergantung pada factor kekayaan pengalaman yang bersumber pada buku, kehidupan sehari – hari, kesempatan berkarya wisata dll. Untuk memahami suatu materi tertentu yang terlalu besar, terlalu kecil, atau tidak memungkinkan untuk dibawa pada obyek yang dipelajari.
 Maka media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan tersebut dengan media visual(seperti gambar, grafik, diagram, poster, kartun dll), auditori(seperti kaset audio, tape recorder, lab bahasa dll) ataupun yang berbentuk miniature atau alat peraga. Media ini mampu melampaui keterbatasan ruang dan waktu dalam pembelajaran. Sehingga memudahkan peserta didik dalam memaknai suatu ilmu pengetahuan.

Pendidikan Karakter : Mencetak generasi yang Efektif atau Produktiif?



            Pendidikan merupakan proses internal seseorang dalam belajar mengajar diri sendiri melalui proses refleksi dan relevansi pengetahuan yang dimiliki dengan pengalaman yang sudah tertanam. Fasilitas berupa pendidik dan berbagai macam sumber belajar yang tersedia, selalu diperbaharui untuk memudahkan dalam proses akomodasi dan asimilasi yang terjalin dalam otak dan mampu menerjemahkan pengalaman dan pengetahuan di dalam struktur kognitif seseorang. Seperti halnya dengan proses pendidikan yang selama ini sedang berjalan dan terus membenahi diri ke arah persaingan global. Menuntut setiap orang dapat menjalani hidup yang berazaskan solidaritas, demokrasi dan berkebudayaan nasional di tengah luasnya arah persaingan dunia.
 Pendidikan merupakan satu kunci integral dalam pembentukan dan perkembangan karakter dan kepribadian seseorang. Sehingga dalam perkembangannya terus diwarnai dengan perbaikan dan evaluasi. Diharapkan melalui pendidikan mampu membantu merealisasikan tujuan bangsa yang menginginkan masyarakatnya berkepribadian luhur dan berkarakter. Memperkuat landasan keprofesionalan pendidik, mempertajam kemampuan pendidik dalam berbagai bidang, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan hingga mengubah kurikulum tiap decade kepemimpinan. Semua itu merupakan usaha para praktisi pendidikan dalam memperbaiki mutu pendidikan mengevaluasinya dari hasil yang diperoleh sebelumnya. Proses evaluasi dari hasil pendidikan kurang mendapatkan respon positif oleh masyarakat. Asumsi bahwa pendidikan formal dan informal kurang efektif menindaklanjuti tindak kriminal sudah merambah dalam benak masyarakat. Asumsi ini diperoleh dari katidak wajaran yang terjadi di kalangan elit pemerintahan. Kebanggaan mendapatkan nilai tinggi dengan predikat pelajar yang baik telah ternodai dengan kelakuan yang tidak baik saat menjalani suatu system yang mengikat..
Kualitas pendidikan yang sedang diproses adalah menciptakan peserta belajar yang berkarakter dan berkepribadian luhur melalui pendidikan karakter dalam setiap aspek pelajaran  Rencana ini sedang gencar – gencarnya dipublikasikan. Bahkan sebenarnya sudah sejak dahulu pendidikan karakter terangkum dalam mata pelajaran yang diajarkan. Tetapi seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi yang menjarahi seluruh aspek kehidupan, pendidikan karakter seakan hanya sebatas pajangan dalam pendidikan. Berbagai alternative mulai diuji cobakan dan direvisi kebermaknaannya. Berbagai training, seminar, penataran, diskusi dan rapat besar mulai mengangkat kembali tema Pendidikan Karakter. Yang dahulu hanya sebatas pajangan, kini mulai diekspos dan dicanangkan kembali.
Pendidikan karakter yang sedang dalam proses penyebarannya ini telah diwarnai dengan getaran ketidaksetujuan diberbagai pihak. Ketidaksetujuan tersebut mulai beredar setelah dengan terang – terangan pendidikan saat ini akan diresapi dengan pendidikan karakter dalam mata pelajaran. Trauma akibat perlakuan yang kurang pantas dari beberapa lulusan pelajar berprestasi. Membuat kepercayaan pada sektor pendidikan saat ini mulai terkikis. Terlepas dari itu, di berbagai instansi pemerintahan sudah mencanangkan penambahan dan rekonstruksi pendidikan karakter dalam mata pelajaran. Sadar atau tidak dari mulai pendidikan dasar, pendidikan menengah, menengah atas hingga perguruan tinggi, mata pelajaran yang disediakan telah mengandung unsure pendidikan karakter. Seperti mata pelajaran Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Kesenian, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, Geografi, Biologi hingga mata pelajaran yang bersifat eksakta seperti Matematika, Kimia dan Fisika. Di dalam mata pelajaran tersebut sudah tertanam benih pembentukan karakter dan perkembangan kepribadian. Yang nantinya akan bermanfaat dalam kehidupan seseorang. Karena pada dasarnya setiap individu mempunyai kepribadian dan karakter masing – masing yang menuntunnya dalam menjalani setiap aspek kehidupan. Tinggal usaha masing – masing orang dalam menuntun karakternya ke arah yang baik. Melalui pendidikan informal maupun non formal. Sehingga memungkinkan adanya keharmonisan hidup antar sesame manusia. Jika karakter baik sudah terbentuk dalam diri seseorang, merupakan suatu anugrah yang dapat menjadikan pribadi tersebut mengamalkannya dalam kehidupan sehari – hari dengan baik. Lingkunganpun akan menjadi lingkungan yang sehat.
            Seperti yang sudah diketahui bahwa Pendidikan karakter sudah terakumulasi dalam mata pelajaran dari tingkat dasar, menengah, atas sampai dengan perguruan tinggi. Baik secara teselip dalam mata pelajaran  atau berupa jargon resmi suatu lembaga pendidikan dalam mengemas pendidikan bagi peserta belajar. Suatu angan – angan yang sangat baik dari hasil yang diterima melalui pendidikan karakter.  Tetapi sampai sekarang apakah hasil realistis yang diidamkan masyarakat sudah terasa dan terlihat kasat mata? Masyarakat yang saling menghargai, saling menghormati, menjaga satu sama lain, bekerjasama dalm berbagai aspek positif, kejujuran, tenggang rasa, tanggung jawab,dll yang merupakan cermin dari Pendidikan Karakter  yang baik sudah terjalin? Sudah hilangkah praktik korupsi dan tindak kejahatan lainnya?
Efektivitas dan produktivitas Sumber Daya Manusia yang terjalin dari proses Pendidikan Karakter masih dipertangguhkan. Efektif melahirkan individu yang mempunyai karakter “lain tempat lain penafsiran” mungkin banyak merajalela. Ketidakberdayaan dalam menjalani system yang penuh dengan intrik pemalsuan sifat membuat lemah pertahanan karakter dalam diri individu. Produktif menghasilkan individu yang lemah dalam menghadapi kejahatan juga merupakan kemungkinan kegagalan dalam pendidikan karakter.
Hasil yang diharapkan adalah terlahirnya Sumber Daya Manusia yang efektif dalam memperbaiki diri dan produktif menciptakan inovasi baru dalam dunia pendidikan. Yang pasti inovasi yang terbentuk membantu dalam menumbuh kembangkan karakter yang seutuhnya dalam diri individu. Individu berkarakter yang diharapakan adalah individu yang benar – benar merasakan ilmu yang didapatnya menuntun untuk bertingkah laku baik. Tidak melanggar hokum dan peraturan. Dalam prosesnya apabila peserta didik dan semua factor pendidikan dapat mendukung satu sama lain dalam mensukseskan proses pendidikan mungkin hasil yang diperoleh dapat positif. Dapat mengaplikasikan dan menjiwai suatu pedoman kebenaran dari berbagai ilmu pengetahuan. Maka kejahatan dan tindak criminal yang biasanya marak terjadi akan punah dengan kedatangan masyarakat yang cinta damai. Selain dari aspek padidikan formal, pendidikan yang terjadi pada masing – masing intenal individu harus bisa mengarahkan seseorang tersebut menjadi lebih baik tingkah laku dan perkataannya. Lain halnya jika peserta belajar yang menjalaninya tidak dapat menanamkan dengan kuat nilai – nilai luhur yang  mengandung benih pendidikan karakter. Hal – hal yang lebih buruk akan merusak batin dan fisik setiap orang. Untuk itu diharapkan semua komponen yang ada di bumi ini mampu menghadirkan ketenangan dan menjadikan kehidupan yang harmonis.

Merananya Perpustakaan di tengah gegap gempitanya kota Jogjakarta


            Jogjakarta merupakan sebuah kota Istimewa di tengah pulau jawa. Kota ini telah mengalami perubahan yang pesat dari tahun ke tahun. Dengan berbagai tempat manarik yang disuguhkan dan bermacam – macam fitur cantik yang tersedia di sana. Hal ini membuat keinginan tersendiri untuk mengunjungi semua keistimewaanya. Mulai dari Tugu Jojga yang merupakan lambang kebesaran, Malioboro, Taman Sari, dll, sampai pada beraneka ragam supermarket dan mall. Yang pastinya akan memiliki makna tersendiri setelah berkunjung. Tetapi ada satu tempat yang mungkin lupa untuk disebutkan. Entah karena jarang yang berkunjung atau memang sudah hilang dari peredaran. Tempat ini seperti tenggelam di tengah keramaian kota Yogjakarta yang membudaya. Itulah sebutan Perpustakaan, tempat berbagai Ilmu pengetahuan terangkum di dalam buku – buku yang  tertata rapih  dan masih menunggu untuk dibaca.. Berbagai alasan selalu melekat dibenak setiap orang jika mendengar kata Perpustakaan. “Malas, sepi, tidak nyaman, pusing,  mau baca apa?,,lebih baik shoping di mall..Dapat banyak baju dengan berbagai model,, Atau sekedar jalan – jalan saja di mallioboro, siapa tahu dapat jodoh..” Itulah kata salah satu orang jika ditanya kehadirannya di perpustakaan. Mereka lebih menyukai memadati supermarket dan mall. Walaupun sekedar melihat – lihat atau lebih dari itu mereka memborong baju dengan harga yang relative mahal. Kenapa uang itu tidak digunakan untuk membeli buku? kenapa mereka lebih menyukai mall daripada perpustakaan?terlebih lagi, kenapa pemerintah membiarkan aset ilmu pengetahuan yang mencerdaskan itu terbengkelai?dan lebih memilih untuk memperbanyak kehadiran supermarket, dan tempat hiburan lain yang fungsinya tidak terlalu penting? kenapa ini terus berlanjut dan kian parah?apa mungkin sudah tidak ada lagi orang yang perduli dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat? 
            Padahal jika kita teliti dari segi manfaatnya, perpustakaan bisa menjadi wadah terbentuknya masyarakat ilmiah. Masyarakat dengan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan, keinginan meneliti berbagai persoalan yang muncul, keinginan bertanya dalam setiap aspek kehidupannya, Sehingga memunculkan tindakan yang lebih baik untuk menyikapi problem dalam kehidupannya. Selain itu jika ditinjau dari segi keberadaannya sebagai bangunan yang menyimpan nilai budaya tinggi, bentuk dari perpustakaan ini dapat dipandang sebagai salah satu asset budaya Indonesia. Selain itu juga perpustakaan mampu menghadirkan suasana kesejukan dan kenyamanan ditengah panasnya kota Jogjakarta.
            Untuk itulah sebaiknya perputakaan diperbaharui dengan penambahan buku – buku cetakan baru dengan tema – tema yang mampu memikat setiap orang yang melihatnya. Karena buku yang baik itu bisa dilihat dari isi yang menyingkap pengetahuan baik mulai dari taraf nasional hingga internasional. Dari sampul dapat menarik perhatian dan rasa ingin tahu, memotivasi untuk berbuat yang baik ke depannya dan bermanfaat sesuai dengan kebutuhan setiap orang. Perbaikan dalam segi perawatan buku – buku yang termakan usia juga perlu digalakkan, sehingga bisa terawatt dengan baik.  Lebih baik memperluas perpustakaan daripada  memperbesar supermarket. Jangan biarkan Ilmu Pengetahuan ini lapuk dan merana terdesak usia dengan kerinduan sentuhan  tangan para penikmat buku..

Selasa, 24 Mei 2011

Imajinasi dalam Pendidikan Bernuansa Teknologi

  
    Kemajuan dunia teknologi dan informasi telah membawa pengaruh besar di bidang kehidupan manusia. Khususnya bidang Pendidikan, yang merupakan salah satu tempat terciptanya manusia yang berpendidikan. Melalui lembaga formal maupun informal. Pendidikan dapat ditemui di mana saja dan kapan saja selama manusia itu hidup dan berkembang. Baik di sekolah, rumah, lingkungan masyarakat, lingkungan media massa sampai pada kebiasaan personal. Penemuan substansi pendidikanpun dilakukan dengan cara dan metode masing - masing. Sesuai dengan sifat alamiah manusia yang selalu ingin tahu dan tidak pernah puas dengan apa yang sudah dimiliki, perolehan informasi diberbagai bidang selalu dijadikan pelampiasan. Semua sumber ilmu pengetahuan dan informasi yang fiktif maupun non fiktif tidak luput dari incaran penikmat teknologi.           Demi mendapatkan sumber referensi untuk melengkapi tugas menambah pengetahuan maupun sekedar hiburan sesaat.
      Pendidikan selalui diidentikan sebagai cara dan metode untuk memperoleh, mengembangkan, dan menciptakan ilmu pengetahuan serta diharapkan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga dimaknai sebagai proses menuju kedewasaan, baik fisik maupun psikis individu. Dalam perjalannya baik disadari maupun tidak, manusia akan selalu belajar untuk memaknai setiap jentik kehidupan. Sehingaa mampu menempatkan belajar sebagai prioritas utama dalam hidup bahkan menjadi makanan pokok sehari – hari. Mereka akan selalu mencari tambalan pengetahuan untuk melapisi lubang pengetahuan yang mungkin terkikis oleh waktu, usia dan keterbatasan sarana dan prasarana.
      Dalam proses pemenuhan kebutuhan belajar manusia cenderung memanfaatkan teknologi yang berisi berbagai macam sumber ilmu pengetahuan dan informasi. Sehingga mereka akan selalu mencari teknologi yang kian canggih dan modern. Teknologi yang sangat diidam – idamkan adalah teknologi yang efektif, efisien, dan tepat guna. Sehingga dalam proses regenerasinya teknologi mendapat banyak sentuhan perombakan dan uji coba dengan waktu relatif cepat. Para pakar dan pemerhati teknologi selalu berupaya menciptakan suatu terobosan baru yang memungkinkan manusia memperolah kebutuhannya dengan teknologi yang efektif, efisien, dan tepat guna. Melalui riset, uji coba – uji coba yang menghasilkan produk teknologi, kemudian ditebar ke masyarakat luas. Tanggapan dan aspirasi dari masyarakat yang kemudian dijadikan bahan acuan dalam memperbaiki teknologi sesuai dengan penikmat ilmu pengetahuan yang haus akan kekinian
Seperti pada kebutuhan belajar manusia yang beraneka ragam, telah tersedia berbagai inovasi baru untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi. Sebagai contoh, berbagai layanaan penyedia akses internet dengan kecepatan tinggi dan minimalis telah berkembang cepat. Mulai dengan modem dengan bentuk yang besar hingga saat ini modem yang beredar sangat minimalis dan mudah dibawa kemana saja. Komputer yang rumit dan berat dengan bentuk konvensional kini dikemas dengan sangat minimalis menjadi laptop , netbook dan kini telah mulai berkembang laptop touchscreen dengan bentuk yang menawan.
      Seperti halnya komputer yang terus membenahi diri menjadi lebih baik, pendidikan sekarang juga berupaya untuk membenahi diri ke arah yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi. Karena pada dasarnya proses pendidikan tidak hanya ditentukan oleh guru dan buku sebagai sumber belajar. Koordinasi yang baik antara factor – factor pendidikan mampu menjembatani teciptanya pendidikan yang bermakna bagi peserta didik. Pembelajaran yang berpusat pada siswa. Bukan lagi top down tetapi bottom up. Siswa dibebaskan utnuk berkreasi dan berimajinasi membuat satu produk yang sekiranya bermanfaat bagi masyarakat umunya. Tentunya tidak menutp kemungkinan adanya pengawasan dan instruktur guna terjalinnya pembelajaran yang berasaskan perbedaan dan kreativitas.
      Penggunaan teknologi dalam pendidikan akan selalu mewarnai perkembangan peserta didik. Maka proses perumusan, perencanaan hingga pelaksanaannya pun selalu menuai berbagai kritik dan saran. Seperti pendayagunan dan pemanfaatan media dalam pendidikan akan selalu mempertimbangkan aspek peserta didik. Pelaku dan pemakai media itu harus dapat menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran. Perkembangan media sebagai salah satu produk teknologi dalam pendidikan juga diimbangi dengan strategi dalam pemanfaatannya. Strategi dalam pembelajaran akan selalu memperbaiki diri sehingga dalam prakteknya dimungkinkan adanya penggunaan strategi pembelajaran lama atau konvensional dalam menunjang pemakaian media pembalajaran yang terus berkembang. 
       Pemanfaatan media dengan diimbangi strategi pembelajaran dan kompetensi keprofesionalan yang dimiliki pendidik dapat memperbaiki kualitas pendidikan. Karena dengan menggunkan media, bahan ajar yang sekiranya sulit dijangkau atau mempunyai berat ratusan ton dapat dipelajari dengan mudah melalui pemanfaatan media.Hal ini tentu dibarengi dengan strategi penyampaian yang menarik dari pendidik yang dapat menggugah daya kritis peserta didik.
       Dalam merumuskan media dan strategi yang sesuai, terlebih dahulu menganalisis karakteristik dari peserta didik. Karakteristiknya dapat berupa karakteristik umum, kemampuan awal peserta didik dan gaya belajar. Sehingga perkembangan struktur kognitifnya akan berjalan dengan lancar. Pemikiran dan pemunculan ide-ide kreatif juga akan mengalir deras dari otak peserta didik yang kritis dan terbuka.
      Untuk dapat memaksimalkan potensi dan kemampuan masing-masing individu, diperlukan usaha yang serius dari pihak pusat atau pemerintahan sampai pada peran guru, orang tua dan lingkungan yang mendidik. Terciptanya manusia yang berbudi luhur, intelek, bernurani, agamis, pancasilais, dan berkarakter kuat tidak leps dari proses pendidikan yang dijalaninya. Baik pendidikan yang terstruktur, terencana, ataupun pendidikan yang kebetulan dirasakan. Bahan belajar baik dari buku, internet, media, televisi sampai pada pengalaman langsung yang dialaminya.
       Akan menjadi seperti apakah indoneia beserta masyarakatnya pada tahun 2045?akankah menjadi bangsa yang bangkrut dengan segala kerusakan sistem pemerintahan dan pendidikan. Atau menjadi bangsa yang sukses dengan masyarakat ilmiah yang maju dan berdikari?kita tidak akan tahu seperti apa nantinya saudara, teman, orang asing bahkan kita sendiri, jika kita tidak pernah menoba untuk merubah pandangan, kebiasaan, tingkah laku bahkan kehendak kita untuk menjadi manusia yang bulat dan utuh. Manusia yang berkompeten dalam berbagai hal, mampu memecahkan masalah sendiri dan orang lain dan mampu belajar dari apa dan dimana saja. Belajar dari buku atau dengan membaca proses pembelajaran orang lain.